"Terakhir pergi pada Kamis lalu itu, Nazier bawa mobil Acord tahun 2004 warna biru, bernopol D 1296 FY," kata ayah kandung Nazier Ariffin Soebandi (51) di Mapolrestabes Bandung, Minggu (31/7/2011).
Menurut Ariffin yang bekerja di perusahaan swatsa bidang konstruksi ini, anaknya tersebut tak seperti biasanya memberi tahu kalau tidak pulang ke rumah. Nazier merupakan anak penurut dan supel.
"Baru pertama kali seperti ini. Dia itu jarang menginap di teman kuliahnya. Kalau pun nginap, dia pasti izin sama orang tuanya atau memberi kabar," tutur Ariffin.
Ia menjelaskan, bila Nazier menginap di kosan teman sekampusnya, hanya untuk keperluan tugas kuliah. Terakhir pergi pada Kamis pagi lalu, Ariffin sempat berjumpa dengan Nazier.
Saat itu, sambung dia, Nazier memperlihatkan isi dompet yang tersimpan uang Rp 200 ribu. "Lalu saya kasih sekitar 300 ribu rupiah. Ia juga pegang kartu ATM," ungkapnya.
Ariffin menerangkan kalau anak pertamanya dari tiga bersaudara ini sedang menempuh kuliah di ITB jurusan Kimia Angkatan 2009. Ia menegaskan tidak ada konflik internal di keluarag terkait Nazier yang menghilang misterius.
Karena penasaran, ucap dia, rekan satu kuliah serta lainnya yang selama ini kenal Nazier coba dihubungi Ariffin. Begitupun teman-teman dan pengurus Moka Kota Bandung. Namun hasilnya nihil, tidak ada yang tahu Nazier berada hingga kini.
(bbn/ern)











































