Pemkot Bandung berharap setelah direvitalisasi seluruh warga bisa menjaga keberadaan jembatan tersebut. "Jembatan Siliwangi ini juga jadi ikon baru di Kota Bandung. Sebelumnya sudah ada Jembatan Pasupati, sekarang Jembatan Siliwangi," Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda.
Hal itu dikemukakan Ayi usai menghadiri pemberian penghargaan kepada pemenang Siliwangi Pedestrian Bridge Design Competition di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (27/7/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjurian tidak berdasarkan sentimen kedaerahan. Penilaian dilakukan dengan fair play," tegas Ayi yang juga ketua dewan juri.
Menurutnya, penjurian dilakukan dengan menilai hasil karya yang ditampilkan peserta. Dan karya Akhamad dinilai paling layak menang dibanding peserta lain, termasuk peserta asal Kota Bandung.
Ia justru menanggapi positif adanya peserta dari luar Bandung, bahkan luar negeri. Sebab hal itu menunjukkan perhatian orang luar Bandung pada 'Kota Kembang'.
"Saya justru melihat yang mencintai Bandung bukan hanya orang Bandung saja. Itu bagus," ungkapnya.
Seiring dengan ingin dijadikannya sepanjang kawasan Sungai Cikapundung, termasuk Jembatan Siliwangi sebagai ruang publik, masyarakat semakin menjaga semakin menjaganya.
"Selain jadi ruang publik, nantinya juga jadi tempat wisata," harapnya.
Ayi mengatakan, untuk mewujudkan Sungai Cikapundung jadi ruang publik, dalam waktu dekat akan digelar berbagai kegiatan sebagai rangkaian peringatan HUT Kota Bandung ke 200.
"Nanti di sepanjang Cikapundung akan ada Cikapundung Jazz, Cikapundung Balada, kesenian tradisional, dan kegiatan lain. Itu untuk mewujudkan Cikapundung jadi tempat publik," tandas Ayi.
(ors/bbn)










































