"Istri saya stroke sejak dua tahun lalu. Kalau Keyza dirawat di rumah sakit, istri saya enggak ada yang urus," ungkap Ayat.
Hal itu dikemukakan Ayat saat ditemui di rumahnya di Jalan Braga, Gang Afandi, RT 3 RW 4, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Rabu (27/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di rumahnya, Ayat tinggal bersama istri dan cucunya. Sementara ayah Keyza, Dani Hermawan, jarang pulang ke rumah karena bekerja sebagai pegawai swasta dan sering keluar kota.
"Enggak ada yang rawat lagi. Dulu ada saudaranya yang bantu rawat Keyza, tapi sudah meninggal. Sekarang bapak sendiri yang urus isteri sama Keyza," tutur Ayat.
Sejak lahir, Keyza menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak. Kemudian di usia 11 bulan, Keyza menderita meningitis. Hal itu menyebabkan balita kelahiran 24 Juli 2007 itu susah makan hingga akhirnya gizi buruk.
Disinggung soal ibu Keyza, Ayat ogah menjawab panjang lebar. "Ibunya sudah enggak ada. Enggak mau tanggung jawab," ujarnya kesal.
Nutrisionis Puskesmas Tamblong, Umi Susanti mengatakan, seharusnya Keyza memang dirawat di rumah sakit. "Tapi ya itu, kendalanya enggak ada helper atau orang yang membantu mengurus Keyza di rumah sakit. Istrinya Pak Ayat kan sakit juga di rumah," jelasnya.
Pihak puskesmas, sambung Umi, juga sudah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan). "Tapi intinya Keyza itu harus dirawat di rumah sakit," tandas Umi.
(ors/bbn)