"Yang sudah mau tender ada 7 perusahaan. Ada banyak sebenarnya, lebih dari 15, tapi kita melihat sebagian lagi tidak serius," kata Dada kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (26/7/2011).
Selain dari Indonesia, perusahaan yang berminat ikut lelang berasal dari luar negeri, di antaranya dari Hongkong, Jepang, dan Korea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jauh-jauh hari, pemkot sudah menandatangani MoU dan menunjuk PT BRIL sebagai pengembang. Tapi kemudian muncul Perpres Nomor 37 Tahun 2010. "Di situ disebutkan harus ada tender. Makanya sekarang mau dilakukan tender," tutur Dada.
Disinggung soal lahan untuk PLTSa, Dada menyebut sudah ada 13 hektar yang dibebaskan. Sementaranya sisanya akan dilakukan bertahap. "Tinggal 7 hektar lagi. Walaupun sebenarnya cukup 5 hektar, tapi menurut saya tidak," tandas Dada.
(ors/ern)











































