Demikian dinyatakan Head of Corporate Communications and Affair PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) Eddy Kurnia dalam rilis yang diterima detikbandung, Selasa (26/7/2011).
Dijelaskannya, Gema Ramadhan 1432H tidak saja dirancang untuk menjadi arena syiar Islam, melainkan lebih dari itu di dalamnya terdapat beragam konten kegiatan lain seperti derma (charity) dan pemberdayaan ekonomi umat melalui kegiatan Ramadhan Expo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
silaturahim antara karyawan Telkom dengan lingkungannya.
Event Gema Ramadan 1432H akan diisi dengan berbagai kegiatan yang dapat membangun profesionalitas dengan berbasis pada akhlak al-karimah. Kegiatan-kegiatan diagendakan dilaksanakan pada waktu istirahat karyaawan Telkom.
Kegiatan tersebut antara lain, Bedah Buku & Kajian Ilmu, Pengajian baβda shalat Dzuhur, Kuliah Dhuha, Festival Syiar Al-Quran antar Majelis Ta`lim se-Kota Bandung Raya, Lomba MMQ antar Karyawan dan Mitra Kerja, Ramadhan Expo Telkom Group, Pesantren Ramadhan, Peringatan Nuzulul Quran, Ta`zil untuk Karyawan, Buka Bersama di Rumah Direksi dan Joint Social Program Ramadhan dengan pihak Trans Studio Bandung.
Sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, untuk mengisi kegiatan Kuliah Dzuhur, panitia Telkom Gema Ramadhan rencananya akan mengundang para tokoh ulama baik tingkat
nasional maupun setempat. Pada kegiatan Gema Ramadhan tahun 1431 H yang lalu, tercatat beberapa tokoh ulama mengisi kegiatan ceramah, di antaranya Prof Dr KH Quraish Shihab, Prof Komaruddin Hidayat, Prof Mustofa Ali Yaqub, Prof Miftah Faridl, Prof Azzumardi Azra, dan Ahmad Sobari.
"Tahun ini kami berharap semuanya berlangsung lancar dan tidak ada aral melintang bagi para ulama besar yang kami undang untuk memberikan pencerahan," ujar Wawan.
Wawan menekankan kendati Gema Ramadhan diselenggarakan di lingkungan Gedung Kantor Pusat Telkom, event ini bukanlah kegiatan yang eksklusif dalam arti hanya ditujukan untuk karyawan Telkom saja.
(ern/ern)











































