Menurut koordinator aksi, Roswati, aksi kembali dilakukan sebagai bentuk kekecewaan karena kemarin mereka tidak ditemui Wali Kota Bandung Dada Rosada. Padahal, mereka dijanjikan akan ditemui kemarin untuk memberi penjelasan soal lahan di Kiaracondong, tepatnya di pabrik-pabrik tempat mereka bekerja.
"Kita berharap tujuan kita tercapai, yaitu ditemui Pak Dada," kata Roswati di sela aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roswati mengatakan, aksi pada 28 Juli mendatang tetap akan dilakukan, bahkan dengan jumlah massa lebih banyak. "Intinya kita tetap minta kejelasan nasib buruh yang jumlahnya hampir 5 ribu orang," tegasnya.
Pantauan detikbandung, massa memilih duduk di depan Ruang Tengah. Sebagian di antara mereka duduk di tangga. Sementara untuk menghindari massa masuk ke ruangan, puluhan polisi juga duduk di tangga yang membatasi massa dengan pintu masuk.
Dalam aksinya massa membawa spanduk berukuran sekitar 1x10 meter bertuliskan 'Menolak Upaya Wali Kota Bandung Beserta Jajarannya Melakukan Pengosongan dan atau Pembangunan Tempat Kami Bekerja'. Massa sendiri membubarkan diri pukul 12.00 WIB untuk beristirahat.
"Nanti aksi kita lanjutkan lagi setelah beristirahat," tandas Roswati.
(ors/ern)










































