"Kita batalkan nginap di sini dengan berbagai pertimbangan," ujar pengurus DPD KSPSI Adang Sutisna saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Senin (25/7/2011) malam.
Salah satu pertimbangannya, kata dia, adalah untuk melakukan persiapan jelang aksi 28 Juli mendatang. Sebab, mereka yang ikut aksi hari ini berasal dari berbagai perusahaan di Kiaracondong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, massa akan datang dengan jumlah sekitar 10 ribu. Tidak hanya buruh pabrik di Kiaracondong, massa juga akan datang dari beberapa perwakilan KSPSI se-Jabar.
"Untuk aksi 28 Juli nanti sudah dilimpahkan ke DPD KSPSI Jabar. Kita akan minta kejelasan dari Wali Kota Bandung, khususnya bagaimana nasib buruh jika pabrik di Kiaracondong harus dikosongkan," jelas Adang.
Dijelaskannya, massa kecewa karena Wali Kota Bandung Dada Rosada tidak menemui mereka hari ini. Padahal, Dada direncanakan akan menemui massa dan memberi penjelasan atas rencana mendirikan pusat perdagangan dan jasa di Kiaracondong. Massa kemudian dijanjikan bakal ditemui Dada pada 29 Juli mendatang.
"Tapi kalau Wali Kota Bandung bertemu dengan kami dan memberi penjelasan sebelum 28 Juli, kami bisa batalkan aksi nanti," tegasnya.
Sementara terkait aksi nanti, sambung Adang, massa akan melakukan long march dari Kiaracondong menuju Balai Kota Bandung. Tuntutannya tetap sama yakni minta kejelasan atas nasib mereka jika pabrik harus dikosongkan.
(ors/ern)










































