Pisau dan Ponsel Pelaku Tertinggal di TKP

Pisau dan Ponsel Pelaku Tertinggal di TKP

- detikNews
Senin, 25 Jul 2011 12:35 WIB
Bandung - Pelaku pencurian dan kekerasan terhadap Undang Supriatna (58) meninggalkan jejak di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi menemukan pisau dan satu unit ponsel. Undang mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya.

"Pisau dan ponsel itu diduga kuat milik pelaku. Senjata tajam yang digunakan melukai korban itu jenis pisau daging, ponselnya merek Nokia. Selain itu ditemukan korek gas yang juga berfungsi sebagai senter," ujar Kapolsek Cidadap Kompol Arifin MS di Mapolsek Cidadap, Jalan Setiabudhi, Senin (25/7/2011).

Menurut Arifin, korban yang merupakan pensiunan PT Pindad tersebut sempat berduel dengan pelaku. Perkelahian itu berlangsung di jalan atau tepatnya depan rumah korban, Jalan Cidadap Hilir, RT4 RW3, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban berusaha menyelamatkan sepeda motor merek Honda Revo yang sudah dibawa pelaku sekitar 25 meter dari rumah. Lalu terjadilah perkelahian," papar Arifin.

Korban menggunakan tangan kosong melawan pelaku yang diduga berjumlah dua orang. Pelaku melayangkan senjata tajam ke arah korban sehingga mengalami luka sobek di bagian belakang kepala, pundak, tangan kanan, dan leher.

"Korban saat ini masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin," ujar Arifin.

Zhukhie Thian (29), anak korban, mengaku sempat melihat pesan masuk pada ponsel milik pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian. Menurutnya, pesan masuk di ponsel itu intinya menanyakan ada barang apa saja di dalam rumah.

"Sepertinya pengirim itu pelaku lainnya yang berada berada di luar rumah. Pelaku yang ponselnya tertinggal itu lalu membalas 'Ada Revo'. Sebelumnya terdapat pesan masuk juga yang kalimatnya menggunakan bahasa Sumatera," kata Zhukie saat ditemui di lokasi kejadian.

Zhukie mengaku aneh dengan identitas pesan masuk di ponsel tersebut. Ia melihat yang muncul itu bukan nomor atau nama pengirim pada umumnya. "Empat digit 'kan bisanya hanya dimiliki oleh provider. Tapi empat digit itu berupa huruf dan angka. Yang saya ingat di depannya satu digit huruf M dan tiga digitnya berupa angka. Saya lupa angkanya," terangnya.

Di ponsel milik pelaku itu, sambung Zhukie, terdapat tampilan walpaper yang bertulis 'Iing Buana'. "Kalau kata teman saya, Iing Buana itu merupakan nama grup atau komplotan pencuri," duga Zhukie.

(bbn/ern)


Berita Terkait