Hal itu diungkapkan Heryawan usai menjamu Menteri Koperasi dan UKM Syarifudin Hasan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (20/7/2011).
"Kita akan terus giring jamuan seperti ini pada bulan puasa. Ini adalah awal sebuah budaya yang besar. Targetnya sulit diukur, tapi yang jelas gerakan seperti ini perlu dimulai," ujar Heryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat edaran untuk gerakan One Day No Rice ini diakui Heryawan telah disebarkan pada seluruh kabupaten dan kota di Jabar. Harapannya, masyarakat secara luas dapat ikut menerapkannya.
Gerakan satu hari tanpa nasi ini menurut Heryawan sudah tercantum dalam Perpres No 22 Tahun 2009, dan dikuatkan dengan Pergub Nomor 60 Tahun 2010.
"Arahan untuk diversifikasi makanan sudah ada sejak 2009 lalu. Pergub telah dibuat. Surat edaran sudah diedarkan, agar para PNS dapat menjadi contoh," katanya.
Secara perhitungan, dengan jika gerakan sehari tanpa nasi dilakukan oleh masyarakat Jabar, maka akan ada penghematan beras. Misalnya saja, 1 pohon singkong bisa menghasilkan 15 hingga 30 kg singkong atau sekitar 60 ton untuk 1 hektar. Sementara 1 hektar padi menghasilkan 6 ton beras. Konsumsi beras masyarakat Jabar sendiri per hari setara dengan 3 ribu hektare hasil panen atau 18 ribu ton beras.
"Dalam sehari, masyarakat Jabar mengonsumsi 3 ribu hektar hasil panen. Bisa dihitung berapa penghematan yang bisa dilakukan jika saja sehari tanpa nasi," katanya.
(tya/ern)










































