Bahkan Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahawarman Jabar Djoni Widjaja Aluwi membantah rencana itu. Padahal, sebelumnya beredar kabar di kalangan wartawan aksi cap jempol darah bakal dilakukan sebagai bentuk penolakan rencana Kodam III/Siliwangi yang akan mengosongkan Markas Menwa di Jalan Surapati No 29. Rencana itu pun diperkuat pernyataan Kepala Staf Resimen (Kasmen) Kurniawan.
"Itu hanya isu. Kalaupun ada kabar itu, saya katakan tidak benar," ujar Djoni dalam konferensi pers di Markas Menwa Jabar, Rabu (20/7/2011).
Menurutnya, ia akan melarang anggotanya untuk melakukan aksi cap jempol darah. "Kalaupun ada, saya larang, sebagai komandan saya take over, tidak dibenarkan tindakan tindakan seperti itu," tegasnya.
Djoni mengatakan, semua yang ada di Markas Menwa belum tentu memiliki pandangan yang sama. "Yang hadir di sini kan masih tanda tanya apakah seihwan dengan kita atau tidak. Mungkin ada penyusup (yang menyebarkan isu), tapi saya tidak mau suudzon," tutur Djoni.
Sementara itu sebagai langkah penolakan pengosongan Markas Menwa oleh Kodam III/Siliwangi, pihaknya berharap pada proses hukum. Sebab Menwa sudah mengajukan gugatan perdata ke PN Bandung atas sengketa lahan yang dijadikan markasnya. "Kita utamakan supremasi hukum yang berlaku di negara kita," tandas Djoni.
(ors/ern)











































