detikNews
Selasa 19 Juli 2011, 11:27 WIB

30 Tahun Lebih Berebut Lahan SMAK Dago

- detikNews
30 Tahun Lebih Berebut Lahan SMAK Dago
Bandung - Berada di kawasan yang telah jadi ikon Kota Bandung, lahan SMAK Dago seluas 19.640 meter persegi memang menggiurkan. Tiga puluh tahun lebih bersengketa, tak membuat dua kubu lelah. Malah mereka pun berani unjuk kekuatan Senin Sore kemarin.

Sengketa soal kepemilikan lahan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago sudah mulai terjadi sejak awal 1980-an. Kedua kubu yaitu Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat dan Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) saling mengklaim lahan tersebut.

Sebelum menjadi SMAK Dago, pada jaman Belanda tepatnya 1927 sekolah itu bernama Het Christelijk Lyceum (HCL). Konon mama Lyceum konon diambil dari nama sekolah yang didirikan Aristoteles di Athena tahun 335 SM.

Dari literatur yang diperoleh dari internet, HCL menempati Vila Keluarga Tan yang dibangun pada 1910. Lalu pada 1939 dibangun ulang oleh arsitek Belanda J.S Duyvis, arsitek yang sama membangun SMP 7 di Jalan Ambon. Kemudian pada 1941, bangunan sekolah diperluas ke SMA 1 oleh A.W Gmelig Meijling.

Lalu pada Tahun 1958, terjadi nasionalisasi aset HCL yang kemudian dibagi ke beberapa sekolah yaitu SMAK Dago, SMAN 1, SMA Nasional, dan SMA Pembangunan. Saat nasionalisasi aset, SMAK Dago dikelola oleh Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat.

SMAK Dago atau Lyceum Dago mencapai puncak kejayaannya pada 1960-1970- an. Di mana Presiden ke 3 BJ Habibie merupakan lulusan SMAK Dago.

Lalu konflik internal mulai terjadi pada saat Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK), yang di dalamnya terdapat nama Anwar Suriadjaja dan Siti Hardiyanti Rukmana, mengklaim sebagai penerus HCL menggugat kepemilikan lahan. Lalu pada 1990-an muncul wacana akan dibangun sekolah terpadu oleh Anwar Suriadjaja dan mal serta hotel oleh Keluarga Cendana.

Kini kedua kubu saling mengklaim lahan yang letaknya sangat strategis tersebut. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto menegaskan sengketa ini dalam status quo.




(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com