Pemilik Lahan Berseteru, SMAK Dago Rusuh

Pemilik Lahan Berseteru, SMAK Dago Rusuh

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 18 Jul 2011 17:39 WIB
Pemilik Lahan Berseteru, SMAK Dago Rusuh
Bandung -

Suasana Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago di Jalan Ir Juanda mencekam. Terjadi saling lempar batu antar dua kubu, sehingga jalan Dago kedua belah arah ditutup. Tak hanya itu, factory outlet yang berada seberang SMAK Dago pun langsung tutup.

Kejadian berawal ketika sekitar seratusan orang dari Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) datang ke SMAK Dago yang selama ini ditempati Yayasan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat.

Massa PLK membawa dua spanduk ukuran 2x1 meter yang bertulis, 'Pengumuman Tanah Milik Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) (D/H Het Christelijklyeum) berdasarkan sertifikat hak guna bangunan No.1223, 1224,1228, 1220, 1230,1231, 1232 seluas 19.640 meter persegi serta mempunyai kekuatan hukum tetap berdasarkan putusan PN Bandung nomor 245/Pdt/G/1991, Pengadilan Tinggi Bandung nomor 218/Pdt/1992/PT Bandung, putusan Mahkamah Agung RI Nomor 58 PK/Pdt/1995 dan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 74/G/TUN/202/PTUN JKT, Jo.No 247/B/TUN/TMTT/PT TUN JKT, Jo. No 261K/TUN/2033, JO. No.54 PK/TUN/2008,'

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berkumpul di halaman. Namun pihak Yayasan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (YP SMK Jabar) juga berkumpul di halaman. Massa saling berhadapan. Massa dari YP SMK Jabar meminta massa PLK untuk meninggalkan sekolah.

Mereka memukul mundur massa PLK dengan mengejar massa sambil membawa kayu. Ada beberapa orang dari massa PLK yang terkena pukulan. Mereka dihalau ke arah Dago atas atau RS Borromeus.

Selang 10 menit kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, massa PLK kembali datang sambil lempar batu dan merangsek masuk. Kemudian perang batu pun tak terhindarkan. 20 puluh polisi yang sejak jadi berusaha menenangkan, tak bisa menahan massa.

Kedua massa saling lempar dan saling kejar. Hingga pukul 17.20 WIB, aksi perang batu terus terjadi. Jalan Dago depan sekolah pun akhirnya ditutup. Bahkan FO yang berada di sekitar sana juga tutup.

(bbp/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads