"Pada mereka saya berharap mereka bisa menjadi panutan. Pemimpin yang tidak baik tidak akan jadi panutan bagi bawahannya," ujar Pramono saat ditemui usai Upacara Prasetya Perwira Diktukpa TNI AD di Lapangan Wiradhika Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Senin (18/7/2011).
Saat disinggung bagaimana dengan sikap pemimpin khususnya TNI AD yang otoriter, Pramono menyatakan sikap negatif seperti itu tidak boleh ada dalam diri pemimpin.
"Tidak boleh lagi ada sikap otoriter pada bawahan. Kita itu tidak boleh pakai cara-cara seperti itu. Kita harus tetap mengikuti aturan yang berlaku," katanya.
Ia menuturkan, misalnya untuk hal yang berkaitan dengan hak asasi manusia dan hukum, akan dipegang. Karena dalam pendidikan di Secapa AD, ia menyebut, pengetahuan untuk membentuk pemimpin yang baik telah diberikan.
"Jadi kalau nanti ada terjadi di lapangan, wah itu kesalahan pribadi. Karena disini dididiknya lengkap hingga ke persoalan dan permasalahan yang akan dihadapi. Pengetahuan HAM dan sebagainya," katanya.
Ia pun menyatakan jika ada pemimpin yang otoriter, melanggar aturan atau bertindak seenaknya pada bawahannya maka akan diberikan sanksi.
Ia mengingatkan pada anggotanya untuk memelihara integritas dan moral sesuai jati diri TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.
"Jangan mudah digoyahkan oleh hal-hal negatif yang bisa melemahkan kualitas pengabdian dan mencedirai kehormatan korps perwira sehingga merugikan TNI AD," katanya.
(tya/ern)











































