Peter Lynn, pelayang asal Selandia Baru, tidak bisa memamerkan layang-layang yang membuat namanya tercatat di buku rekor dunia ke Pangandaran International Kite Festival 2011.
"Layang-layangnya enggak mungkin dibawa ke Indonesia," ujar Ketua Panitia Liannawati saat ditemui di Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/7/2011) malam.
Liannawati menjelaskan, layang-layang milik Peter terpaksa tidak bisa dihadirkan karena faktor keamanan di Indonesia tidak terjamin untuk menerbangkan layangan sebesar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, sambung dia, Peter tetap menerbangkan beberapa layang-layang miliknya yang dibawa langsung dari Selandia Baru.
"Yang dibawa itu bentuknya seperti ikan pari, gurita, sama ikan semacam koi. Keistimewaan layang-layangnya berukuran besar dan sulit diterbangkan," ungkap Liannawati.
Sementara pelayang tertua asal Jepang, Mr dan Mrs Ohashi, bakal menerbangkan layangan trend, yakni jenis layangan berangkai atau satu tali terdiri dari beberapa layang-layang.
"Yang dibawa itu layangan trend tradisional Jepang," ungkap Liannawati.
(orb/bbp)











































