Namun begitu, bukan persoalan mudah memboyong Peter Lynn yang merupakan salah satu master layang-layang kelas dunia. Hal itu diungkapkan Ketua Panitia, Liannawati, saat ditemui di Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/7/2011) malam.
"Peter Lynn itu namanya sudah tercatat di rekor dunia. Itu tidak sembarangan kita bisa undang dia," kata Liannawati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tidak sembarangan bisa diundang, minimal bayarannya 10 ribu dollar (Amerika)," ungkapnya.
Namun, Peter Lynn bisa didatangkan tanpa harus merogoh kocek yang disebutnya. Sebab, Liannawati mengaku sudah kenal dengan Peter karena sering bertemu di ajang kejuaraan layang-layang internasional di berbagai negara.
"Kalau dia enggak lihat saya, mungkin enggak akan mau datang ke sini," ujarnya.
Peter, sambung dia, pernah diundang ke Jakarta untuk mengikuti festival layang-layang, namun menolak datang karena Liannawati bukan sebagai panitia.
"Dia enggak mau. Tapi waktu saya bikin acara di Bali dia mau datang, sekarang juga mau datang ke Pangandaran," jelasnya.
Selain itu, Mr dan Mrs Ohashi juga sulit didatangkan. Pelayang berusia sepuh itu bersedia datang ke Indonesia karena kedekatannya.
Liannawati berharap, event kali ini berjalan sukses dan menghibur banyak orang. Sehingga, kedua orang itu dan peserta lain dari berbagai negara tidak kapok datang memeriahkan festival layang-layang di Indonesia.
(ors/ors)










































