"Kami dari Komisi D dan A akan melakukan rapat gabungan dengan memanggil perusahaan, Distarcip, dan DPKAD," kata Achmad di ruang kerjanya, Selasa (12/7/2011).
Achmad mengaku harus mendengar keterangan dari pihak terkait agar semua permasalahan yang ada bisa selesai. "Kita harus gali inti persoalannya. Makanya harus panggil pengusaha dan pihak pemkot," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara usai melakukan aksi di Balai Kota Bandung, massa sempat melakukan aksi di halaman DPRD Kota Bandung sekitar pukul 12.00 WIB.
Mereka sempat melakukan audiensi dan perwakilan massa ditemui Achmad Nugraha sekitar pukul 13.15 WIB. Sekitar pukul 13.30 WIB, massa kemudian membubarkan diri. Jalan Wastukencana, tepatnya di sekitar Gedung DPRD sempat dblokir. Namun arus lalu lintas langsung lancar ketika massa membubarkan diri.
Koordinator Aksi Wagianto mengaku kecewa atas apa yang dilakukan hari ini. Sebab, tidak ada jawaban memuaskan dari pihak pemkot. "Kami kecewa. Tapi akan coba percaya nanti malam akan ada pertemuan di jajaran pemkot untuk membahas masalah ini," keluhnya.
Wagianto mengatakan, total di kawasan Kiaracondong ada 27 pabrik yang sempat berdiri di lokasi yang bakal dijadikan Pusat Perdagangan dan Jasa. Namun, saat ini tinggal 19 pabrik yang masih aktif dan terancam digusur karena sebagian besar masa sewa lahannya habis.
"Kalau tidak memuaskan hasil pertemuannya, kami akan datang dengan massa yang lebih banyak. Kami minta pabrik tidak digusur karena itu tempat kami bekerja," tegas Wagianto.
(ors/ern)











































