"Selama lima tahun terakhir selalu saja begini, apalagi jelang puasa. Itu yang menjadi pertanyaan kami. Pemerintah seperti tidak sanggup menyelesaikan persoalan kenaikan harga yang memberatkan pedagang dan konsumen. Pemerintah juga seolah tak mampu menindak para spekulan," ujar Ketua Pesat Jabar Usep Iskandar Wijaya.
Usep mengatakan hal tersebut saat ditemui di kantor Dinas Peternakan Jabar, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jumat (8/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, kenaikan harga sembako ini merupakan hasil reka para spekulan. Maka itu, jelas Usep, pemerintah mesti juga menindak spekulan-spekulan nakal. Usep menilai ada dua momen yang dimanfaatkan spekulan, yakni jelang puasa dan isu kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
Akibat kenaikan harga sembako yang tak normal tersebut, tutur Usep, para aktivitas pedagang di pasar tradisional menjadi tersendat. "Kondisi saat ini pedagang stagnan. Pedagang lebih baik diam dulu daripada hancur atau merugi," jelas Usep.
(bbp/ern)











































