Jelang Puasa, Harga Sembako di Bandung Mulai Melonjak Tinggi

Jelang Puasa, Harga Sembako di Bandung Mulai Melonjak Tinggi

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 08 Jul 2011 11:54 WIB
Bandung -

Harga sembako di 34 pasar tradisonal yang tersebar di Kota Bandung mulai melonjak tinggi. Pedagang kewalahan dengan kondisi tersebut karena banyak konsumen memilih menekan pembelian mereka.

Ketua Persatuan Pedagang dan Warung Tradisonal (Pesat) Jabar Usep Iskandar Wijaya mengatakan laju harga sembako tidak normal atau stabil ini sudah berlangsung selama dua pekan terakhir.

"Permasalahan seperti ini sudah menjadi trend dan budaya setiap tahunnya. Pada moment besar seperti jelang puasa ini, harga-haraga sembako sudah tak terkendali," ujar Usep saat ditemui di kantor Dinas Peternakan Jabar, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Jumat (8/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, sejumlah sembako yang mengalami kenaikan signifikan di antaranya bawang merah, beras, telur, daging sapi, dan daging ayam. Harga bawang merah yang awalnya Rp 18 ribu per kilo, saat ini menembus Rp 26 ribu per kilo. Beras kualitas baik yang sebelumnya Rp 7 ribu-8 ribu per kilo, kali ini mencapai Rp 10 ribu per kilo.

"Harga telur asalnya 14 ribu rupiah per kilo , di pedagang saat ini menjual 20 ribu rupiah per kilo. Daging sapi lokal di pasar sekarang harga jualnya 62 ribu rupiah perkilo, sebelumnya 48-50 ribu rupiah per kilo," papar Usep.

Selain itu, kata dia, harga ayam ayam potong juga mengalami kenaikan. Harga jual di pasar kali ini Rp 26 ribu per kilo, kalau awalnya Rp 24 ribu per kilo. Menurut Usep, harga sembako yang merangkak tinggi ini diprediksi bakal terus terjadi hingga mendekati puasa.

"Ini menjadi beban pedagang dan konsumen. Semua kenaikan harga ini karena permainan sepekulan yang memanfaatkan momen puasa dan isu kenaikan harga BBM," tuding Usep.

Ia menambahkan, kenaikan harga sembako tidak hanya terjadi di Kota Bandung. Dari data yang diperoleh Pesat Jabar, saat ini semua pasar tradisional di Jabar yang berjumlah 715 mengalami hal serupa. "Ini (kenaikan) merata ke semua pasar tradisional di Jabar," tutup Usep yang didampingi sejumlah pengurus Pesat Jabar.

(bbp/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads