"Di sini infrastruktur, fasilitas, sarana, dan prasarananya tidak layak. Kalimat ekstremnya tidak manusiawi. Ruangan untuk profesor saja, kalau dibandingkan, lebih baik kantor RW," ucap anggota Komite III DPD RI Sofyan Yahya, Kamis (7/7/2011) sore.
Kemarin sore 16 anggota Komite III DPD RI mengunjungi RSHS. "Sangat mencengangkan. Ternyata RSHS sangat memprihatinkan fasilitasnya," lanjut Sofyan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lebih mengutamakan rakyat. Contoh Ruang Kemuning untuk pasien kelas III dibangun, itu ruangannya sama dengan Hotel Savoy Homan," tegasnya.
Ia menerangkan, RSHS dibangun tahun 1920 dan sudah jadi rumah sakit pendidikan selama 55 tahun. Dengan peralatan terbatas, Bayu menandaskan RSHS sudah banyak mencetak dokter dan ahli di bidang kesehatan.
Ia mengakui beberapa fasilitas di RSHS memang kurang memadai. Apalagi dengan status satu-satunya tempat pendidikan kedokteran nuklir di Indonesia. Namun itu tak jadi alasan menghalangi pengabdian kepada masyarakat.
(ors/ern)










































