"Mencari pelaku yang kabur itu tidak mudah. Hingga kini kami belum menemui titik terang," ujar Kasubaghumas Polrestabes Kompol Endang Sri Wahyu Utami saat berbincang dengan detikbanding via ponsel, Kamis (7/7/2011).
Endang mengatakan anggota Reskrim Polrestabes Bandung tidak tinggal diam dan terus bekerja menyelidiki kasus ini. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan dan polisi mempertajam penyelidikan terhadap identitas pelaku yang terekam kamera closed circuit television (CCTV).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung batas waktu satu minggu yang diberikan Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno kepada Polrestabes Bandung guna menuntaskan kasus tersebut, Endang menyatakan arahan itu tetap menjadi atensi.
"Doakan saja tertangkap. Kami selama ini tetap berusaha terus menangkap pelaku," singkat Endang.
Kamis dini hari sekitar pukul 02.12 WIB (30/6/2011), ATM BNI yang berada di area Toko Muslim Rabbani, Jalan Dipatiukur, dibakar pelaku tak dikenal hingga mengakibatkan ledakan. Tidak ada korban jiwa dalam aksi vandalisme tersebut. Diketahui pelaku tak menguras duit di dalam mesin ATM.
Di lokasi kejadian ditemukan pulahan selebaran kertas atasnama International Conspiracy for Revenge. Dalam pesan dari selebaran International Conspiracy for Revenge yang ditinggalkan di ATM BNI Bandung, ATM adalah simbol dari kapitalisme.
"Penyerangan kami terhadap ATM (Bank) merupakan target penting dikarenikan bank senantiasa terlibat dalam pendanaan ekstrasi sumber daya alam, serta penindasan masyarakatnya atas nama kapital!" isi tulisan itu.
Pelaku terekam membawa dua botol saat beraksi dan menyiramkan cairan diduga kuat bahan bakar minyak (BBM) ke lantai ruangan dan mesin ATM. Pelaku menggunakan halm half face, jaket panjang hitam, tas selendang hitam, celana panjang gelap, dan sepatu olahraga hitam.
(bbp/bbp)










































