Hal itu disampaikan Asep Iman Saputra Pimpinan Proyek SUS Gedebage dalam Laporan Progres Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage di area stadion, di Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage, Rabu (6/7/2011).
Ia menjelaskan, saat ini pengerjaan urugan tanah untuk area bangunan stadion sudah selesai. Sedangkan urugan tanah yang belum selesai adalah bagian area landscape dan parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut penelitian akhir dari tenaga ahli Adhi Karya, konsolidasi sudah mencapai 80-90 persen sehingga layak untuk dilakukan pemancangan," ujar Asep.
Ia menyebut, panel precast telah terproduksi dan terkirim sekitar 1.900 unit dari total 5.690 unit. Material genset juga sudah ada di lapangan 2 unit dan rencananya akhir Agustus mendatang akan ditempatkan pada ruang genset.
"Unit panel dan AC sudah selesai diproduksi dan siap untuk dikirim. Kursi untuk tribun penonton sebanyak 38 ribu unit juga sudah terkirim," ungkapnya.
Di tempat yang sama Kuasa Pengguna Anggaran Distarcip Yayat Ahmad Sudrajat menyampaikan ringkasan proses pembangunan Stadion Gedebage tersebut.
"Pendanaan SUS Gedebage berasal dari APBD Bandung dan Pemrov Jabar dengan nilai Rp 495,945 Miliar. Nilai tersebut adalah 80 dari DED (Detail Enggeneering Design) yang dibuat oleh konsultan perencana," katanya.
Perusahaan kontraktor PT Adhi Karya terpilih sebagai pelaksana proyek setelah melalui proses lelang.
"Proses pembangunan dimulai sejak keluarnya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) pada 30 September 2009 dan SPL (Surat Perintah Lapangan) pada 5 Oktober," tambahnya.
Lahan yang digunakan untuk area SUS Gedebage ini total mencapai 24 hektar dimana 5 hektarnya digunakan untuk stadion dan tribun.
Ia pun mengungkapkan, sesuai revisi target, untuk mencapai 80 persen dari DED , ditargetkan selesai pada Oktober 2012.
"Mohon doa restu agar target bisa terpenuhi," katanya.
Ia meminta maaf jika dalam proses pemancangan menimbulkan ketidaknyamanan pada masyarakat sekitar. "Kami berupaya optimal agar ketidaknyamanan yang dirasakan warga bisa seminimal mungkin. Tapi jika dalam pelaksanaannya kurang, kami meminta maaf," tuturnya.
(tya/ern)










































