Padahal, di awal musim Semen Padang kurang diperhitungkan klub lain. Namun dalam perjalanannya 'Kabau Sirah' menjelma jadi kekuatan menakutkan di kancah sepakbola Indonesia.
"Lihat Semen Padang, dengan pelatih dan (mayoritas) pemain lokal mereka terbukti bisa berprestasi," kata legenda Persib Ajat Sudrajat saat ditemui di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Selasa (5/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pernah ngobrol dengan asisten pelatih Semen Padang, jadi mereka itu sudah merintis dari setahun sebelumnya. Kenapa Persib tidak mencontoh hal-hal baik seperti itu," tutur Ajat.
Dijelaskan Ajat, barisan pemain lokal Jabar cukup banyak dengan talenta-talenta yang bagus. "Tinggal pemain-pemain muda diberdayakan," ujarnya.
Menurutnya, pemain lokal akan lebih punya kebanggaan sehingga akan fight ketika bertarung membawa nama Persib.
"Pemain muda dengan berseragam Persib akan sangat semangat. Contohnya Persib U-21 yang dulu jadi juara (LSI U-21). Mereka waktu latihan juga sangat serius," jelasnya.
Sementara musim lalu, Persib dihuni banyak pemain timnas dan pemain mahal yang merasa jadi 'bintang'. Sehingga, dalam latihan atau saat bermain mereka merasa hebat sendiri.
"Mereka semua merasa hebat sebagai pemain bintang. Kalau sudah merasa seperti itu, sehebat apapun instruksi pelatih tidak akan jalan," jelasnya.
Ajat menambahkan, jika Persib memberdayakan pemain lokal, karakter pemain bisa dibentuk sehingga mereka tidak akan merasa sebagai 'bintang'. "Semua bisa dibentuk," tandasnya.
(ors/ern)











































