Hal itu disampaikan Boediono saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional 2011 di Kota Baru Barahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (30/6/2011).
"Keluarga adalah juga wahana utama bagi pewarisan peradaban dan budaya. Di dalam keluargalah dibentuk dan dipraktikkan nilai-nilai dasar hubungan antar manusia. Di dalam keluarga dibentuk dan dipraktikkan pengertian mengenai hak dan kewajiban manusia sebagai anggota dari kelompoknya," ujar Boediono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Marilah kita sejenak mengingat kembali makna dan peran keluarga. Bangsa-bangsa lain termasuk bangsa-bangsa yang sekarang maju, juga menempatkan keluarga pada posisi sentral dalam kehidupan masyarakatnya. Benarlah apa yang dikatakan para ahli bahwa keluarga sebenarnya adalah inti dan asal usul dari peradaban manusia yang kita kenal sekarang ini," katanya.
Begitu strategisnya peran keluarga itu, sehingga menginginkan bangsa Indonesia maju dan sejahtera maka mutu kehidupan keluarga Indonesia juga harus ditingkatkan.
"Dengan mutu keluarga yang baik, keluarga dapat melaksanakan peran strategisnya, sebagai tempat persemaian bagi warga negara yang bertanggung jawab dan bagi generasi muda yang handal dan akhirnya bagi bangsa yang maju dan sejahtera," katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini pemerintah melaksanalan berbagai program dib idang ekonomi dan kesejahteraan rakyat dengan berorientasi pada keluarga. "Tapi selalu masih ada ruang untuk perbaikan, ke depan orientasi keluarga dari program-program ini akan makin kita pertajam," aku Boediono.
Boediono mengungkap, saat ini pemerintah sedang melaksanakan survei besar untuk mengumpulkan informasi mutakhir dan terinci mengenai keluarga di tanah air, terutama keluarga-keluarga yang termasuk dalam 40 persen keluarga dengan indikator kesejahteraannya yang masih rendah.
"Mulai tahun depan semua program yang bersasaran keluarga akan menggunakan data survei mutakhir ini," tuturnya.
(tya/ern)










































