Bandung - Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno enggan berspekulasi bom molotov di ATM BNI atau tepatnya sekitar area toko busana muslim Rabbani terkait jelang HUT Bhayangkara ke-65 pada 1 Juli 2011. Polisi masih menyelidki dan mengumpulkan bukti-bukti.
"Semua masih penyelidikan, belum ke arah sana," ujar Kapolda Jabar Putut Eko Bayuseno saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (30/6/2011).
Putut menyampakan hal tersebut saat ditanya wartawan apakah ada kaitannya kejadian ini dengan HUT Bhayangkara. Putut menambahkan, pihaknya terus menyeldiki motif dan identitas pelaku teror tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 02.15 WIB tadi, ATM BNI di Jalan Dipatiukur meledak. Pintu ATM terlempar beberapa meter. Meski menghanguskan mesin ATM, namun uang dalam ATM masih utuh. Dari hasil pengamatan melalui CCTV, pelaku diduga masih muda. Mengenakan helm half face, pelaku keluar masuk ATM dua kali. Pelaku membawa dua botol plastik berisi cairan yang diduga BBM. Pelaku kemudian menyiramkan cairan itu ke mesin ATM dan lantai. Kemudian setelah pelaku keluar, ATM pun terbakar dan terdengar ledakan.
(bbp/ern)