Ancaman bom diterima Bank BTPN yang beralamat di Jalan Cikapundung Timur No 1, Kota Bandung, Kamis (30/6/2011). Kontan saja hal tersebut sempat membuat panik sekitar puluhan karyawan. Namun setelah dilakukan penyisiran oleh petugas Jibom Satbrimob Gegana Polda Jabar, teror tersebut tidak terbukti.
Pelaku yang bersuara pria itu empat kali meneror melalui telepon pada pukul 08.50 WIB ke nomor 022-4236507. Tiga kali telepon diterima back office Bank BTPN, Julita S. Simanjuntak. Penelepon tak dikenal ini berkali-kali mengatakan akan melakukan pengeboman di bank tersebut. Setelah itu telepon terakhir diterima satpam, Deni Juniarsah, sekitar pukul 09.10 WIB. Sebab, Julita enggan mengangkat telepon.
"Yang terakhir, telepon saya angkat. Suara penelepon pria yang usianya sekitar 45 tahun. Ia bilang 'hati-hati di depan BTPN ada bom'. Saya kesal dan meminta pelaku datang, tapi malah dimatiin teleponnya," ujar Deni saat ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Jibom Satbrimob Gegana Polda Jabar tiba di lokasi sekitar 10.30 WIB. Lima petugas menyisir ke dalam dan luar kantor Ban BTPN. Selsai pukul 12.30 WIB, petugas tidak menemukan benda mencurigakan.
Wakapolrestabes Bandung AKBP Rhinto Prastowo memastikan tidak ada bom di lokasi tersebut. "Setelah dilakukan penyisiran tidak ditemukan bom. Pelaku itu bersuara pria," ujar Rhinto saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Aktivitas Bank BTPN kembali normal.
(bbp/ern)











































