"Parliamentary threshold akan diserahkan pada ketua umum terpilih nanti. Karena persoalan itu kan persoalan yang dinamis, berkembang. Realisasinya itu tidak bisa dipatok seperti yang dikehendaki PPP sendiri," ujar Ketua Umum PPP Suryadharma Ali usai bertemu dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (27/6/2011).
Ia mengatakan, PPP sendiri berkehendak parliamentary threshold sebesar 2,5 persen. "Kalau kehendak PPP sendiri itu adalah sebesar 2,5 persen. Yang lain ada yang ingin 7 persen, ada yang 5 persen, 4 persen dan 3,5 persen," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryadharma menilai untuk mengakomodir berbagai macam aspirasi masyarakat, berbagai kelompok masyarakat maka 2,5 persen itu angka yang sangat moderat.
Menurut dia hingga saat ini PT masih sangat mungkin berubah. Hal itu bisa dilihat pada perubahan UU pemilu, akan ada tarik menarik untuk menentukan parliamentary threshold.
"Misalnya PPP dan PKS dalam satu sekretariat gabungan yang sama, tapi belum tentu sama karena masing-masing partai yang ada di sekgab punya kepentingan sendiri sendiri. Namun demikian PPP berharap partai koalisi bisa menentukan bersama berapa parliamentary threshold yang ideal," pungkasnya.
(tya/ern)










































