Polisi makin serius menangkal penyelundupan narkoba beragam jenis yang masuk ke wilayah Jabar melalaui jalur udara, laut dan darat. Polda Jabar memperketat pengamanan dan mewaspadai modus baru penyelundupan yang diulik para pelaku.
Kapolda Jabar Irjen Pol Putut Eko Bayuseno mengatakan hal tersebut saat ditanya wartawan terkait digagalkan penyelundupan narkotik jenis heroin sebanyak 435 gram senilai lebih Rp 1 miliar. Barang haram yang dikemas dalam bentuk kapsul itu disembunyikan Rinawati, warga asal Ponorogo, Jawa Timur, di dalam perut, anus dan vagina.
"Tentu saja kami terus mengawasi dan memperketat pengamanan seperti di Bandara Husein Satranegara. Selama ini ada petugas dan alat khusus untuk memeriksa penumpang," ujar Putut usai Bhayangkara Gowes 65 di Mapolda Jabar, Minggu (26/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami juga mewaspadai modus baru dan canggih yang dilakukan pelaku untuk menyembunyikan narkoba. Salah satu modusnya barang narkoba yang dikemas dalam bentuk teh celup. Modus seperti itu pernah terjadi di Jakarta, tapi kalau di Jabar belum ada," kata Putut.
Pengawasan yang dilakukan kepolisian dan instansi terkait yakni memperketat jalur masuk wilayah Jabar seperti bandara, terminal dan pelabuhan. Putut berharap peran aktif masyarakat untuk melaporkan adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Jabar.
(bbp/tya)











































