Adi Wijaya (64), tewas tercebur masuk sumur sedalam 15 meter di Masjid Al Hikmah, Jalan Kembang Sepatu No 1, RT 08 RW 10, Kelurahan Samoja, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Rabu (22/6/2011). Pria yang kerap menjadi muazin atau pengumandang azan di masjid tersebut diduga terperosok kala memancing air pada jetpump.
Jasad korban pertama kali diketahui Maman Permana (53) yang juga pengurus Masjid Al Hikmah. Ia memperkirakan Edi terjatuh ke sumur menjelang salat Subuh atau sekitar pukul 04.00 WIB.
"Tadi saya datang ke masjid untuk menunaikan salat Subuh. Tapi saya tidak melihat Edi. Biasanya Edi selalu ada karena selama ini tinggal di masjid," ujar Maman ditemui di lokasi kejadian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kala tiba waktu azan Subuh, Edi yang juga penjual sepatu ini tidak muncul juga. "Biasanya Edi mengumandangkan azan setiap subuh. Nah, tadi enggak ada. Akhirnya karena waktu azan tiba, saya yang azan," paparnya.
Pikiran Maman tiba-tiba menerawang mengingat sumur di masjid tersebut saat melakukan azan. Malah terbesit kalau Edi jatuh masuk sumur yang masih terisi air. Usai salat, ia langsung bergegas mengecek sumur.
"Saya ambil senter dan tambang yang dipasang kawat. Terlihat ada beberapa papan yang patah di dalam sumur. Saat saya mengangkat tambang, terasa berat dan kawat seperti nyangkut. Diperhatikan ada sosok tubuh," ujarnya.
Tanpa banyak bicara, Maman meminta pertolongan warga dan melaporkan kepada petugas SAR Dinas Kebakaran Kota Bandung serta Polsek Bandung Wetan. Sekitar pukul 07.00 WIB, jasad Edi berhasil dievakuasi petugas SAR tersebut.
"Diduga Edi saat jatuh ke sumur saat hendak mengisi air dan membenarkan jetpump. Soalnya untuk mengisi air itu jetpump harus dipancing dengan air. Sumur ini kedalamannya 15 meter," terang Maman.
Jenazah Edi sekitar pukul 08.30 WIB disalatkan. Pria yang tak memiliki keluarga dan sudah tinggal 20 tahun di Masjid Al Hikmah itu berencana dimakamkan di TPU Cibangkong.
(bbp/orb)











































