"Bagus sih sebenarnya ada bus khusus. Tapi armada yang ada sekarang kan sedikit. Makanya hampir setiap bus selalu berjejal penumpang," ujar Baim (19), salah seorang penumpang bus saat ditemui di shelter DAMRI di Jalan Asia-Afrika, Selasa (21/6/2011).
Apalagi, sambung Baim, jika kebetulan dirinya sedang bareng bersama perempuan, baik keluarga, teman, ataupun pacar. "Kalau yang ada cuma bus perempuan di shelter, kan otomatis harus nunggu bus selanjutnya yang penumpangnya dicampur," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku bingung jika saat buru-buru ingin pergi menggunakan bus, sementara yang kebetulan ada cuma bus perempuan di shelter. "Kalau buru-buru gimana, kan enggak boleh naik kalau laki-laki," keluhnya.
Sementara kaum perempuan ada yang pro dan kontra dengan keberadaan bus khusus tersebut. Neni (48) misalnya, ia mendukung adanya bus perempuan. Bahkan, kalau bisa ada di semua jurusan.
"Kalau disatuin sama laki-laki kadang suka ada yang usil godain gadis-gadis, risih jadinya. Kalau perempuan semua kan enak, enggak akan ada yang godain penumpang perempuan," katanya.
Wiwin Handayi (37) sedikit gamang antara mendukung dan tidak mendukung. Di satu sisi, ia mendukung karena jika satu bus hanya diisi perempuan bisa lebih nyaman di perjalanan.
"Terus kalau bareng sama suami kan harus pisah juga kalau saya pilih naik bus khusus," terangnya.
Sementara satu sisi ia menolak keberadaan bus khusus karena jumlah armadanya sedikit. Dikatakan Wiwin, sebaiknya DAMRI menambah jumlah armada daripada 'mengorbankan' bus yang ada jadi bus khusus perempuan.
"Yang penting armadanya ditambah. Terus bus itu kalau kursinya segitu jangan naikin penumpang lebih dari kapasitas kursi, jangan ada yang berdiri. Kan lebih nyaman," pintanya.
Mulai hari ini Perum DAMRI Kota Bandung mengujicoba dua bus khusus perempuan jurusan Cibiru-Kebon Kalapa. Dua bus khusus perempuan ini diambil dari armada bus yang ada yaitu 15 unit. Dengan adanya bus khusus ini mengurangi armada bus umum.
(ors/ern)










































