"Sama seperti tim yang buat konsep Taman Maluku jadi taman percontohan, tim ini juga diberi waktu seminggu untuk menyusun konsep dan menyerahkannya ke saya," kata Dada.
Hal itu dikemukakan Dada kepada wartawan usai rapat koordinasi (rakor) tentang Jalan Braga dan ruang terbuka hijau (RTH) di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Senin (13/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan andesit yang harus diganti, tapi harus ada perubahan perencanaan, pengawasan, dan pelaksana teknis kegiatan di lapangan," tuturnya.
Maka dalam waktu seminggu, sambung Dada, tim akan bekerja merumuskan penanganan Jalan Braga. "Nanti dalam waktu seminggu akan ketahuan akan seperti apa, misalnya nanti ada pembatasan tonase atau apa. Kita lihat lah minggu depan," papar Dada.
Menurut Sekretaris Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri ITB, Sigit Darmawan, batu andesit tidak masalah digunakan sebagai material jalan. "Silahkan saja digunakan, asal ada perbaikan teknis agar tahan lama," ujarnya.
Sebelumnya, Sigit memaparkan sejumlah kelemahan batu andesit di Jalan Braga karena ada kesalahan dalam proses pengerjaannya. Salah satunya ukuran batu andesit yang berbentuk persegi panjang, padahal harusnya berbentuk kubus. Ia juga menyarankan agar di bagian bawah batu dipasang plat besi bertulang. Dada Rosada Serahkan Penanganan Jalan Braga ke Tim.
(ors/ern)











































