Tim itu di antaranya terdiri dari Distamkam, Dinas Pertanian, serta pakar ITB yang ahli dalam membuat konsep pertamanan. Mereka kemudian diberi deadline seminggu untuk merumuskan konsep penataan yang bakal dipakai.
"Kita beri waktu seminggu. Nanti minggu depan saya tunggu konsep yang sudah dirumuskan seperti apa untuk kita jalankan," kata Dada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan disepakatinya Taman Maluku, sambung Dada, jelas punya alasan sendiri. "Pertimbangannya Taman Maluku itu relatif kecil kalau dibandingkan Tegalega atau Balai Kota Bandung," tuturnya.
Disinggung target kapan direalisasikan, Dada masih harus menunggu hasil pembahasan tim. "Tapi yang pasti kita ingin secepatnya," ungkapnya.
Sementara soal anggaran, Dada mengaku akan menyesuaikan dengan pos anggaran yang ada di APBD. Harapannya, Dada ingin taman percontohan bisa jadi perangsang agar taman lainnya nanti juga direvitalisasi. Salah satu sarana yang akan ada di taman percontohan adalah adanya arena playground atau permainan anak.
(ors/ern)











































