"Mereka juga suka ular. Malah sering diajak main sama mereka," ungkap Entis saat ditemui di warung sekaligus rumahnya di area Perumahan Pondok Hijau Indah yang berlokasi di Kampung Cicarita, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (11/6/2011).
Namun, sambung Entis, dua anak lainnya sangat takut dan ogah menyentuh ular peliharaannya. Dua anak Entis itu adalah anak pertama bernama Anton Sutisna (16) dan si bungsu Nanda (3).
"Yang dua lagi mah sieun (takut - red). Kalau dua anak saya yang lain enggak tahu kenapa suka sama ular, padahal saya enggak pernah ngajarin atau maksa mereka suka," jelas Entis yang sering dipanggil Limbad oleh warga sekitar karena wajahnya yang mirip dengan sang magician.
Selain memelihara ular sanca yang merupakan hasil tangkapannya, Entis mengaku punya ular lain yang tidak dikandangi. Ular yang disebutnya ular welang (belang - red) tersebut, hidup di sekitar rumahnya.
Menurutnya, ular itu hidup di semak belukar dan selokan yang tidak jauh dari rumahnya.
"Kalau malam suka lewat dan masuk ke dalam rumah. Itu itu sudah kenal mungkin sama keluarga saya, jadi enggak pernah macam-macam," tutur Entis.
Bahkan saking kenalnya, ular welang itu sering melintas di hadapan Entis atau anggota keluarga lainnya dengan cuek.
Sementara selain hobi memelihara ular, Entis juga punya hewan peliharaan lain yakni dua ekor monyet, serta beberapa ekor burung.
"Saya suka hewan apa saja. Yang saya pengen itu melihara buaya, tapi belum kesampaian," katanya.
(ors/ors)











































