Universitas Padjadjaran (Unpad) mengakui sudah kesusupan kelompok Negara Islam Indonesia (NII). Sebagai bukti, pada 2011 ini ada dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad nyaris dibaiat menjadi warga NII.
Hal itu diungkapkan dosen FISIP Unpad, Iman Soleh, saat ditemui di Gedung Kemahasiswaan Unpad, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin (6/6/2011).
"Memang benar kalau Unpad terkontaminasi NII. Indikasinya kami sudah menemukan dua orang mahasiswa yang jadi korban NII," ujar Iman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sadar ditipu sebelum dibaiat. Ada ideologis yang tidak sepaham. Jadi mereka baru nyaris dibaiat NII," katanya.
Awal diketahui ada mahasiwanya yang nyaris dibaiat, sambung Iman, berasal dari mahasiswa lain yang menyampaikan info. Ia lalu menanyakan serta menelusuri, rupanya kabar tersebut benar.
Iman menyebutkan, NII mulai terdeteksi masuk Unpad sejak 2000. Namun berapa jumlah mahasiswa yang diduga terlibat masih sulit dipastikan. "Bisa dibayangkan kalau satu orang bisa direkrut dalam satu bulan. Berapa banyak mahasiswa yang mungkin pernah direkrut," papar Iman.
Pihak Unpad menanggapi serius terkait ucapan Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) Athian Ali yang memperoleh data sebanyak 257 mahasiswa Unpad disinyalir terlibat NII. Namun pihak Unpad belum bisa memastikan angka tersebut.
(tya/bbp)










































