Biaya Pengobatan Ditanggung Wali Kota Bandung

Bocah Tertimpa Tower

Biaya Pengobatan Ditanggung Wali Kota Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 03 Jun 2011 09:30 WIB
Bandung -

Siswa SMPN 36 Bandung, Wahyudin, yang tertimpa tower milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, masih menjalani perawatan di RS Imannuel. Biaya pengobatan bocah 12 tahun yang kaki kirinya patah ini ditanggung Wali Kota Bandung.

"Tentunya Pemkot menanggung semua biaya pengobatannya hingga sehat. Biaya itu diperoleh dari program Bantuan Wali Kota Khusus (Bawaku) kesehatan. Hari ini saya juga akan menjenguk bocah itu," ujar Kadiskominfo Kota Bandung Bulgan Alamin.

Bulgan menyampaikan hal tersebut saat dihubungi detikbandung via ponsel, Jumat (3/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan, sejak 2004 lalu tiang pemancar setinggi 40 meter dengan diameter 20 sentimeter itu terpasang di Kantor Perpusatakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung di Jalan Caringin No 103. Menurut informasi yang diperoleh Bulgan, tower tersebut pada dua hari lalu tertabrak mobil pengangkut brangkal yang menyebabkan kondisinya miring.

Ia menyesalkan kejadian tersebut karena mobil yang menabrak tower tak melapor. Akhirnya tower pun tumbang melukai salah seorang bocah. "Fungsi tower triangle itu untuk layanan internet di kantor tersebut," jelas Bulgan.

Bocah 12 tahun bernama Wahyudin, warga Jalan Caringin Dalam Nomor 36, RT 3 RW 8, Kelurahan Babakan Ciparay, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, kaki kirinya terluka parah setelah tertimpa tiang pemancar setinggi 40 meter yang terpasang di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, Jalan Caringin Nomor 103, Kamis (2/6/2011).

Karyati (55), orang tua Wahyudin, saat dibawa ke RS Imannuel, kaki kiri Wahyudin sudah luka parah. Dari mata kaki hingga 5 sentimeter ke bagian atas kaki kirinya sudah terlihat tanpa tulang. Hanya ada urat yang masih menyambung pada kaki Wahyudin.

Karyati mengaku kesulitan untuk biaya operasi anaknya yang masih duduk di kelas 2 SMPN 36 Bandung tersebut. "Pihak rumah sakit meminta uang sebesar Rp 6,5 juta untuk uang jaminan operasi. Sedangkan total biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp 11 juta termasuk biaya penginapan," ucapnya.

(bbp/bbp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads