Fathia menderita penyakit Typhus sejak Kamis (26/5/2011) dan dirawat di RS Boromeus.
Ia memaksa untuk bisa ikut SNMPTN pada orang tua dan dokternya. "Saya suka bilang jangan maksain, tapi dia (Fathia-red) jadi sedih. Mungkin dokternya juga kasihan kalau enggak ngasih, daripada kepikiran," ujar Nunung (45) ibunda Fathia yang ikut mengantar anaknya ujian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Fathia mengaku sempat kepayahan saat mengerjakan soal ujian. Karena posisi duduknya yang kurang nyaman. Fathia mengerjakan soal di atas tempat tidur, dengan posisi menyandar ke ranjang.
"Punggungnya pegel tadi, soalnya kan harus nunduk pas menghitamkan jawaban. Soal matematikanya lumayan susah," katanya.
Ia mengaku, sejak masuk RS dirinya tak pernah lagi belajar. Namun ia tetap optimis dapat masuk ke perguruan tinggi yang ia idamkan. Fathia yang merupakan lulusan SMAN 9 Bandung itu ingin masuk Fikom Unpad atau Sastra Inggris Unpad.
Ia mengatakan, tak mengira harus menjalani ujian dengan kondisi seperti ini. Apalagi ia sudah mempersiapkan diri untuk ikut SNMPTN dengan mengikuti bimbel dan try out.
"Dikirain cuma sakit panas biasa. Nggak nyangka sampai harus dirawat. Tapi ya mau gimana lagi, kan ujian SNMPTN cuma setahun sekali, masa harus nunggu tahun depan," katanya.
Fathia mengaku, tadi ia diantarkan oleh ambulans sekitar pukul 06.30 WIB. Ruangan untuk peserta yang sakit pun berbeda. Mereka diberi keleluasaan mengerjakan sesuai keadaan, namun dari segi soal dan pengawasan tetap sama.
(tya/ern)











































