20 anak tersebut tampil menyanyikan pupuh, salah satunya berjudul 'Lemah Cai Kuring'. Tanpa rasa canggung mereka menyanyikan tembang tersebut di panggung yang disaksikan para orangtua dan pejabat yang hadir.
Mereka masing-masing memakai pakaian tradisional. Tidak hanya nembang, mereka juga sesekali melakukan gerakan-gerakan sederhana. Penampilan mereka pun jadi pembuka acara yang mulai dibuka pukul 10.05 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka yang hadir juga berasal dari berbagai daerah di Jabar seperti Garut, Sukabumi, Cianjur, dan Bandung.
Sementara selain peringatan Hari Thalassaemia se-Dunia, dalam kegiatan itu juga sekaligus memperingati HUT YTI POPTI (Perhimpunan Orangtua dan Penderita Thalassemia Indonesia) ke-27.
Thalassaemia adalah kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), di mana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb).
(ors/ern)










































