Pelaku kejahatan berbekal senjata api (senpi) kian marak beraksi di sejumlah wilayah Indonesia. Di Bandung, sejak awal hingga pertengahan 2011 ini, dua kasus penjahat bersenpi yang menjadi soroton publik, belum satupun pelakunya diringkus polisi.
Warga Bandung kini resah, sebab pelaku masih berkeliaran bebas. Kasus yang masih hangat yakni penembakan terhadap seorang pengamen bernama Firman (22) di Jalan Soekarno Hatta, Rabu (18/5/2011) malam. Ia berteriak kesakitan setelah kaki kirinya diterjang timah panas hingga tembus dan mengenai kaki kanannya. Beruntung Firman selamat
Pelaku penembakan diketahui mengendarai sepeda motor jenis matic. Pria misterius yang mengendarai seorang diri itu identitasnya masih misterius. Polrestabes Bandung belum mengungkap siapa pelakunya hingga hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Septanto pun meminta aparat kepolisian untuk berpatroli dan mengawasi lokasi-lokasi rawan tindakan kriminal.
Senada diucapkan Aviani (21), warga Jalan Tamansari. Ia yang pergi dan pulang dari kantor pakai sepeda motor ini merasa was was kala melintas di lokasi jalanan yang sepi. "Sore saja takut, apalagi malam. Di Bandung kan banyak jambret," ujarnya kepada detikbandung. "Polisi pokoknya harus membasmi segala kejahatan yang meresahkan masyarakat. Apalagi kini, para pelaku sering membawa senpi," tambah Aviani.
Kasus paling mencolok yakni terjadi di BPR Karyajatnika Sadaya (KS), Jalan Wastukancana, Kota Bandung, pada Selasa malam (1/3/2011) pukul 22.00 WIB. Penjahat bersenpi menembak mati satpam setelah upayanya merampok gagal. Pelaku memuntahkan timah panas kepada satpam, Ahmad Winarto, dan seorang pemuda yang sedang berada di dalam kantor itu yakni Dudi Setiawan (25). Setelah itu, pelaku kabur memakai sepeda motor yang diduga jenis matic.
Ahmad terkena peluru di bagian leher, sementara Dudi ditembak dibagian kepala. Setelah mendapat perawatan, Dudi meninggal di RS Hasan Sadikin, Rabu (2/3/2011).
Jejak pelaku dalam dua kasus berbeda tadi, tetap menjadi teka teki. Titik terang siapa pelakunya masih misterius. Polisi mengaku masih menyelidiki dan berjanji mengusutnya. Waktu terus bergulir, di tengah keresahan warga Bandung, jajaran Polrestabes Bandung belum berhasil mengungkap siapa pelaku dan motif di balik aksi kriminal itu.
(bbp/bbp)











































