"Kalau ada kesempatan main di luar negeri, kenapa enggak, kalau kompetisi tidak berjalan dan Indonesia disanksi FIFA," kata Isnan kepada detikbandung di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani, Rabu (25/5/2011).
Hal itu dikemukakan Isnan menyusul Kongres PSSI yang berakhir deadlock alias tidak menghasilkan keputusan apapun. Ia sendiri khawatir Indonesia mendapat sanksi dari federasi sepakbola dunia.
Namun, Isnan mengaku tetap menunggu perkembangan lebih lanjut soal Kongres PSSI dan keputusan FIFA. Selama belum ada kepastian, ia mengaku belum menentukan ke negara mana ia akan berlabuh.
"Saya belum bisa bilang pindah ke mana. Sekarang lihat perkembangan saja dulu ada kepastian atau enggak (kompetisi musim depan)," tutur ikon Persikota Tangerang itu.
Alasan ia siap-siap hijrah ke luar negeri adalah faktor kebutuhan. Selain butuh menyalurkan kemampuannya, Isnan kadung menggantungkan hidupnya di dunia sepakbola.
"Jujur, saya sendiri hidup di sepakbola sudah 11 tahun. Kalau di Indonesia enggak ada kompetisi, saya mau cari nafkah di mana lewat sepakbola," tandasnya.
Isnan menambahkan, selama 11 tahun karirnya ia sudah memperkuat lima klub di Indonesia. Klub itu adalah Barito Putra, Persita Tangerang, Persikota Tangerang, Sriwijaya FC, dan Persib.
Selama karirnya, Isnan mengoleksi tiga gelar juara bersama Sriwijaya FC, yakni sekali juara liga dan dua kali juara copa. Namun, prioritas Isnan saat ini masih ingin di Persib.
(ors/ern)











































