Kedatangan mereka ke Gedung Sate, untuk meminta perlindungan pada Pemprov Jabar terkait pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan yang berada di Majalaya. "Kami minta agar pemerintah dapat memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pada kami buruh Micro Garment," ujar Ketua Umum Federasi GSPG Sulaeman.
Ia menyebutakan bawah upah yang diberikan perusahaan di bawah ketentuan pemerintah dan juga penerapan jam kerja melebihi aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, buruh Micro Garment juga tidak diikutsertakan dalam jaminan pemeliharaan kesehatan.
Sejumlah poster yang dibawa bertuliskan 'Jalankan seluruh hak buruh yang sudah diatur dalam UU yang berlaku,' dan ' Hapus sistem kerha outsourcing'.
Saat ini perwakilan buruh diterima oleh dewan, sementara buruh lainnya tetap bertahan di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro. Mereka duduk di jalan sambil berpayung ria. Massa melantunkan shalawat.
(ern/ern)










































