Gema Pembebasan Jabar Nilai Reformasi Indonesia Gagal

Gema Pembebasan Jabar Nilai Reformasi Indonesia Gagal

Baban Gandapurnama - detikNews
Jumat, 20 Mei 2011 10:55 WIB
Gema Pembebasan Jabar Nilai Reformasi Indonesia Gagal
Bandung -

Sekitar 50 orang dari Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Jabar berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (20/5/2011). Mereka menilai 13 tahun reformasi Indonesia berjalan gagal.

Juru bicara Gema Pembebasan Jabar, Ipang Fating, mengatakan aksi mahasiswa dari berbagai kampus ini bertepatan pula dengan Hari Kebangkitan Nasional. Namun hingga kini atau pasca reformasi, kebangkitan itu belum muncul atau dirasakan masyarakat.

"Reformasi Indonesia gagal. Sudah 13 tahun reformasi berjalan, ternyata pemerintah tidak mampu membawa perbaikan-perbaikan di negeri ini," ujar Ipang disela aksi demonstrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai contoh bukti, kata dia, tingkat pertumbuhan pembangunan terasa lambat, lalu kekayaan alam Indonesia semakin dikuasai asing dan utang negara makin besar. Selain itu, kasus korupsi, penganiayaan TKI, krisis pangan, gizi buruk dan mahalnya pendidikan ialah bentuk kegagalan pemerintah orde reformasi.

"Jika dibiarkan, Indonesia semakin terpuruk dan menjadi negara gagal. Saat ini Indonesia menempati urutan negara gagal di seluruh dunia, naik peringkat dibandingkan pada 2010 yaitu peringkat ke 62," ujar Ipang.

Gema Pembebasan Jabar juga menganggap ideologi kapitalisme dan sekulerisme yang dianut Indonesia merupakan bukan jalan menuju kebangkitan. Mereka menyerukan kepada masyarakat Indonesia agar berjuang bersama memperjuangan syariah serta membuang ideologi kapitalisme.

"Perubahan menuju Indonesia bangkit yakni dengan cara mengganti ideologi kapitalis sekulerisme yang saat ini dianut Indonesia dengan menjadi ideologi Islam," papar Ipang.

Pedemo menyampaikan aspirasinya secara tertib tanpa mengganggu arus lalu lintas di Jalan Diponegoro. Sejumlah polisi mengawal jalannya aksi demo tersebut. Beberapa pedemo membawa poster yang antara lain bertulis, 'Kapitalisme Sekulerisme Menyuburkan Para Markus' dan 'Kapitalisme Sekulerisme Bercokol, Rakyat Kehilangan Rasa Aman'.

(bbp/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads