Ini Dia Kronologi Tabrakan Beruntun di Nagreg

Ini Dia Kronologi Tabrakan Beruntun di Nagreg

Oris Riswan Budiana - detikNews
Kamis, 19 Mei 2011 16:54 WIB
Bandung -

Tabrakan beruntun melibatkan enam kendaraan di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, terjadi sekitar pukul 10.15 WIB, Kamis (19/5/2011). Edi Herdiana (40), sopir bus Primajasa Jurusan Garut-Lebak Bulus, lolos dari peristiwa maut tersebut.

Edi menuturkan saat itu melintas menanjak dari arah Garut menuju Bandung dengan kecepatan biasa. Sekitar 100 meter sebelum Tugu Tangan, dari arah berlawanan satu unit truk fuso melaju dengan kecepatan tinggi.

"Dari atas (jalan menurun) truk itu terlihat oleng," ujar Edi saat ditemui di lokas kejadian. "Sepertinya (truk) mengalami rem blong," tambahnya lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuso boks yang mengarah ke Garut itu, seketika langsung menghampiri bus. Sontak pria tersebut terkejut. "Boks truk sebelah kanan nyangkut ke kaca bagian depan bus yang saya kemudikan," ungkap Edi.

Setelah itu, sambung dia, truk menyeruduk bus yang berisi puluhan penumpang hingga terjungkal. "Terseretnya sekitar 20 meter ke arah belakang dan langsung terguling," ujarnya.

Bus terguling dengan posisi menyamping atau kaca bagian sopir menyentuh aspal. Truk fuso juga turut terguling. "Saya enggak tahu di belakang bus ada kendaraan lain yang tertimpa. Apakah mobil atau motor, saya enggak tahu," papar Edi.

Ternyata dari keterangan beberapa saksi mata, tepat di belakang bus ada mobil elf, Avanza, dan dua sepeda motor. Empat kendaraan yang berada di belakang bus itu ikut terseret.

Edi yang mengalami luka sobek di kening ini berhasil lolos keluar bus melalui kaca bagian depan yang pecah. Begitupun penumpang lainnya. "Bus yang saya bawa, totalnya 32 penumpang. Beberapa di antaranya keluar dengan memecahkan kaca," ucapnya yang tidak mengetahui jumlah penumpang bus yang terluka.

Beberapa saat setelah kejadian, para warga sekitar bergegas memberi pertolongan dan menyelamatkan para pengendara yang terlibat dalam tabrakan beruntun ini.

(bbp/ern)


Berita Terkait