"Gerakan No Rice One Day ini diharapkan jadi gerakan masif di masyarakat. Dengan mengurangi makan beras, diharapkan muncul kreativitas masyarakat lewat diversifikasi pangan," ujar Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (18/5/2011).
Beras, dalam program tersebut akan diganti dengan tanaman umbi-umbian, misalnya seperti singkong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, singkong atau umbi-umbian lain bisa diolah menjadi berbagai macam makanan. Sementara kandungan karbohidratnya pun tidak jauh berbeda dengan nasi yang selama ini jadi makanan pokok.
"Dengan kita lakukan substitusi (penggantian) nasi menjadi singkong, prinsipnya kan sama, sama-sama karbohidrat," tutur Ayi.
Dalam waktu dekat, pemkot pun bakal melakukan sosialisasi mulai dari SKPD hingga ke tingkat masyarakat.
Sementara menurut Kabid Ketahanan Pangan Dewan Ketahanan Pangan Kota Bandung, Betty Wargadinata, program sehari tanppa beras merupakan implementasi Perpres Nomor 22 Tahun 2009 tentang kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal.
"Ini implementasi Perpres 22 Tahun 2009. Program ini sangat penting karena dengan seperti itu bisa menurunkan konsumsi beras yang selama ini banyak mengimpor dari luar negeri," tandas Betty di tempat yang sama.
(ors/ern)











































