Setelah itu, pada Juni 2010 Kunto juga sempat berusaha memecahkan rekor 135 jam bermain drum, namun terhenti di jam ke-82 karena faktor mati lampu.
2011 ini, Kunto pun berhasrat memecahkan rekor yang kini masih dipegang Rush Prager (Amerika Serikat) dengan catatan main drum 120 jam pada Maret 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, rencana pemecahan rekor tersebut terkendala dana. Sebab, pemecahan rekor yang rencananya digelar Juni mendatang di Leicester, Inggris, membutuhkan dana cukup besar.
"Untuk kebutuhan event, kita sempat bikin breakdown dengan angka yang sangat murah kalau menurut rekan-rekan saya yang punya EO. Yang dibutuhkan sekitar Rp 600 juta. Dan itu tidak ada mark up," jelas pria kelahiran Banyuwangi 27 Maret 1977 itu.
Rencananya, Kunto akan membawa 10 orang ke Leicester, salah satunya adalah sang isteri. Dan hingga kini, Kunto terus berupaya mencari sponsor yang bakal mendanai tujuannya itu.
Sementara alasan dipilihnya Inggris sebagai tempat pemecahan rekor, kata Kunto, adalah berkat saran dari drumer Gilang Ramadhan. Pada 2005, Gilang sempat berkata pada Kunto jika ingin berbuat 'gila', sebaiknya Kunto mewujudkan ambisinya di luar negeri.
"Waktu itu Gilang bilang kalau mau gila jangan di Asia, tapi sekalian di Amerika atau Eropa," ungkap pria gondrong tersebut.
(ors/tya)










































