Seperti yang dituturkan siswa kelas XI SMKN 15 Bandung, pernah ia terlambat masuk kelas, kemudian mendapat lontaran kata-kata kasar.
"Bisa ditanya ke siswa yang lain. Pak Ari itu guru killer. Korbannya banyak. Yang ditampar, ditendang. Perilakunya sering kekerasan," kata Romi kepada wartawan saat ditemui di sebuah warung tempat ia berkumpul yang lokasinya tak jauh dari sekolahnya, Rabu (11/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dituturkan siswa kelas XI yang diajar oleh Ari, ia mengaku masih ingat saat dikatai oleh gurunya. "Ngomongnya kasar. Waktu terlambat aja bilangnya 'ti mana wae njing'," kata siswa laki-laki yang tak mau disebutkan namanya.
Hampir semua siswa yang dimintai keterangannya oleh wartawan mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman dengan perilaku Ari.
"Saya pernah dimarahi karena ngambil sampahnya katanya enggak bersih. Padahal yang ketinggalan sedikit sekali," ujar siswa perempuan.
Tadi pagi, di lapangan SMKN 15 Bandung Jalan Gatot Subroto ratusan siswa menggelar aksi unjuk rasa untuk mendesak pemecatan Ari sebagai pengajar.
Aksi tersebut dilakukan karena banyak siswa merasa tidak nyaman dengan Ari. Terlihat di beberapa titik terdapat spanduk-spanduk tuntutan. Bahkan di tembok pagar depan ditulis dengan pilok 'Turunkan Pa Ari' dan 'Kami Butuh Pelajaran, Bukan Penghajaran'.
(tya/avi)