Buk! Kepala Romi Berdarah Dilempar Batu oleh Gurunya

Buk! Kepala Romi Berdarah Dilempar Batu oleh Gurunya

- detikNews
Rabu, 11 Mei 2011 14:30 WIB
Buk! Kepala Romi Berdarah Dilempar Batu oleh Gurunya
Bandung - Romi Andrian (15) kelas 10 akomidasi perhotelan SMKN 15 mengalami luka di bagian kepala belakang setelah terkena lemparan batu bata oleh gurunya sendiri. Ironisnya kejadian tersebut terjadi usai upacara hari pendidikan nasional 2 Mei lalu.

Dituturkan Romi kejadian tersebut bermula saat usai upacara, ia dan teman-temannya menyimpan tas di kelas. Kemudian setelah itu mereka pergi ke kantin untuk sarapan. Saat di kantin, ia dan teman-temannya kemudian dimarahi oleh gurunya Ari Haryanto, yang merupakan Ketua Program Perhotelan.

Saat mengetahui ada gurunya yang mendekati, Romi dan temannya yang bernama Ikbal langsung kabur untuk bersembunyi karena takut dimarahi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dan ikbal, sudah selesai makan. Kalau yang temen-temen masih di kantin itu dimarahin, kalau saya sama Ikbal ngumpet," kata Romi kepada wartawan saat ditemui di sebuah warung tempat ia berkumpul yang lokasinya tak jauh dari sekolahnya, Rabu (11/5/2011).

Romi dan Ikbal memilih bersembunyi di belakang kantin. Guru tersebut kemudian melempar batu bata dan mengenai bagian belakang kepala Romi. "Jaraknya sekitar 3 meter, dilemparnya pakai potongan batu bata. Kalau Ikbal dan teman-teman lainnya dipukul dengan sapu lidi," terang Romi.

Selain melempar batu dan memukul dengan sapu lidi. Guru tersebut juga mengeluarkan kata-kata kasar. "Sia deui, sia deui (kamu lagi, kamu lagi-red)," kata Romi menirukan ucapan gurunya.

Setelah terkena batu bata, ia pun merasa pusing dan mual. Sementara sang guru yang melihat ia terkena batu tidak menunjukkan reaksi apapun. Setelah itu, ia dan Ikbal kemudian dijemur di lapangan sekolahnya. Saat di jemur itulah Romi baru menyadari di bagian belakang kepalanya terdapat darah.

"Terus saya lapor ke kesiswaan, di situ baru Pak Ari panik dan sibuk nyuruh ke klinik," terang Romi.

Usai kejadian, mereka pun kemudian menjelaskan kronologinya kepada kepala sekolah. Namun menurut Romi, kronologi gurunya berbeda dengan yang ia alami. "Kalau yang dijelasin Pak Ari nutup-nutupi," katanya.

Kejadian tersebut sempat akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Namun guru tersebut sudah minta maaf dan damai. "Pak Ari sudah minta maaf, dan mamah juga kasihan. Jadi akhirnya damai," tutur Romi.

Buntut dari kejadian tersebut, pagi tadi ratusan siswa SMKN 15 berunjuk rasa untuk meminta agar gurunya itu dipecat atau dikeluarkan dari sekolah mereka.

Pantauan detikbandung, di dinding sekolah tersebut dipajang spanduk yang di antaranya bertuliskan 'Lempar jumroh bukan di kantin tapi Makkah', 'Keluarkan Ari'. Sementara di tembok depan sekolah itu juga bertuliskan 'Pecat Ari' menggunakan piloks.


(avi/ern)


Berita Terkait