Hal tersebut disampaikan mantan anggota NII KW 9, Ahmad (38), saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Kamis (5/5/2011). Ia menceritakan kasus itu saat menjadi narasumber dalam acara 'Bahaya NII Alzyatun' yang dilaksanakan di SMAN 1 Cikalong Wetan, Rabu (4/5/2011).
"Ada 11 siswa yang diajak hijrah oleh perekrut dari NII KW 9. Siswa itu sudah menjalani proses pembinaan sejak awal 2011 lalu. Ya, baru proses cuci otak. Pada bulan ini, mereka selangkah lagi dibaiat. Tapi keburu sadar dan diketahui gurunya," ujar Ahmad yang gabung di NII KW 9 sejak 1997 dan keluar pada 2001.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang guru-guru SMA 1 Cikalong Wetan merasa curiga sebelumnya dan mampu mencegah. Selain itu, para siswa juga berubah pikiran setelah ramai pemberitaan soal NII," papar Ahmad yang jabatan terakhir sebagai Kepala Desa di salah satu wilayah di Jakarta Timur.
Ia mengatakan, perekrut yang nyaris membaiat 11 siswa itu berasal dari alumni SMAN 1 Cikalong Wetan. Ahmad mengaku tidak menanyakan jumlah perekrut yang merangsek ke lingkunagn pelajar itu. Ia menjelaskan, perekrut membidik siswa kelas 1 dan 2.
"Perekrut yang berjenis kelamin pria itu berdalih siap menjadi mentor untuk kajian Islam di sekolah tersebut. Memang para siswa yang hampir jadi korban itu selama ini tergabung dalam wadah remaja masjid sekolah," paparnya.
Kepada Ahmad para siswa itu mengaku sejak awal 2011 menggelar pertemuan dengan perekrut yang diduga kuat dari NII KW 9. Acara pertemuan dilaksanakan di dalam dan luar sekolah. Sejak itu, perekrut membina mereka dengan durasi waktu sebulan dua kali. Kini si perekrut 'menghilang' setelah aparat pemerintahan mengimbau warga antisipasi gerakan NII.
"Saya yakin perekrut itu NII KW 9 karena polanya sama. Perekrut itu mengajak siswa untuk beriman, hijrah dan jihad. Inilah gaya NII saat mengajak calon pengikutnya. Dan ajakan seperti itulah yang disampaikan perekrut kepada siswa saat menggelar pertemuan," tutur Ahmad.
Ia mengaku bersyukur ke-11 siswa itu cepat sadar. Ini juga dibantu dengan guru-guru di sekolah tersebut yang cepat bereaksi mencegah dan menuntun membina anak didiknya ke jalan Islam yang benar.
(bbp/ern)











































