Tanpa aksi, massa langsung masuk ke Ruang Rapat Paripurna dan menggelar audiensi. Mereka menyampaikan berbagai keluhan yang dirasakan kaum buruh. Dari DPRD hadir di antaranya Ketua Komisi D Achmad Nugraha dan dari pemkot hadir Kadisnaker Kota Bandung Hibarni Andam Dewi.
"May Day bisa diperingati dengan berbagai cara. Dan dari pertemuan ini kita sampaikan aspirasi dari rekan-rekan buruh," ujar Wakil Ketua KSPSI Kota Bandung Muhammad Sidarta ditemui usai audiensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampak ACFTA, satu per satu perusahaan gulung tikar karena sebenarnya Indonesia belum siap dengan perdagangan bebas. Dampak lainnya, jelas terjadi PHK massal di mana-mana," jelas Sidarta.
Intinya, sambung Sidarta, mereka meminta pemerintah menjalankan aturan serta UU ketenagakerjaan. Sebab, disinyalir banyak perusahaan yang melanggar berbagai aturan dalam UU ketenagakerjaan.
"Kami minta pemerintah benar-benar menjalankan aturan. Selain itu, selesaikan berbagai pesoalan buruh yang sering hidup dalam penindasan perusahaan," tandas Sidarta.
Disinggung tujuan audiensi, kata dia, adalah untuk menjaga komunikasi dan saling mengingatkan satu sama lain.
"Forum seperti ini diharapkan bisa sebagai kori dan saling mengingatkan sehingga pelanggaran-pelanggaran ketenagakerjaan bisa dieliminasi sedini mungkin karena baik dari dewan maupun pemkot juga hadir di sini," pungkasnya.
(ors/ern)










































