Hardiknas, DPRD Kota Bandung Didatangi Massa Peduli Pendidikan

Hardiknas, DPRD Kota Bandung Didatangi Massa Peduli Pendidikan

- detikNews
Senin, 02 Mei 2011 14:19 WIB
Bandung - Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), DPRD Kota Bandung didatangi berbagai organisasi yang menyatakan peduli terhadap dunia pendidikan. Mereka menyampaikan aspirasi terkait persoalan pendidikan di Kota Bandung.

Lebih dari 100 orang hadir dalam audiensi di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung. Mereka di antaranya berasal dari Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB), Forum Orangtua Siswa (Fortusis), Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH), serta perwakilan mahasiswa.

Dari DPRD hadir di antaranya Ketua Komisi D Achmad Nugraha dan dua orang lainnya. Audiensi dilakukan sekitar pukul 13.15 WIB. Sementara sebelumnya, massa sempat melakukan aksi di halaman DPRD Kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam audiensi, masing-masing perwakilan organisasi menyampaikan aspirasinya. Koordinator KPKB Fridolin Berek menyatakan banyak hal yang harus dikritisi terkait pendidikan di Kota Bandung.

"Berbagai fakta menunjukkan bahwa berbagai program di bidang pendidikan belum memberi kontribusi signifikan pada pencapaian visi dan misi pendidikan Kota Bandung," kata Fridolin.

Dijelaskannya, beberapa hal itu di antaranya belum ada kejelasan kebijakan alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan, ketidakjelasan mekanisme penyusunan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS).

Yanyan Herdiyan dari Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) menyampaikan keluhannya soal gaji guru honorer. Di mana, rata-rata guru honorer hanya mendapat gaji Rp 300 ribu per bulan.

"Dari 14 ribu guru honorer, itu juga hanya 4.700 yang menerima gaji rata-rata sebesar itu," ungkapnya.

Sementara Ketua Fortusis Dwi Subawanto sempat mengungkapkan tunjangan beras bagi PNS dan guru yang tidak diterima sejak beberapa waktu lalu. Bahkan secara simbolis Dwi sempat memberikan satu kresek kecil beras kepada Ketua Komisi D Achmad Nugraha.

"Ini sebagai bentuk simbolis bantuan beras yang tersendat," tutur Dwi yang disambut tepuk tangan massa. Hingga pukul 14.00 WIB, audiensi masih berlangsung.

(ors/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini