"Pada umumnya, para pekerja tertindas dengan kesewenang-wenangan perusahaan terhadap pekerja. Sementara intansi terkait hanya diam," ujar koordinator aksi Aab Anshori.
Untuk itu, pemerintah diharapkan menegakkan aturan dan melindungi kaum buruh. "Kami minta tanggungjawab terhadap pemerintah untuk bisa menjalankan UU perburuhan dan menindak atau memidanakan perusahaan yang nakal," tegasnya.
Sementara dalam aksinya, massa menyampaikan delapan tuntutan. Di antaranya hapus out sourching, hapus tenaga kerja kontrak, tegakkan kebebasan berserikat atau berorganisasi.
Massa yang datang pukul 10.40 WIB, hingga pukul 11.30 WIB masih ada di lokasi. Dan di atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung orasi, satu per satu perwakilan mereka berorasi. Sementara massa mengibarkan bendera Gobsi. Namun, mereka tidak membawa poster.
(ors/ern)











































