"Ya saya dengar ada mahasiswa yang bergabung (NII-red). Katanya dia menghilang dua bulan dari kampus dan belum lama ini kembali," ujar Heroe saat ditemui detikbandung di kampus IT Telkom, Bojongsoang, Kamis (28/4/2011).
Namun dia mengaku hingga kini masih mencari mahasiswa itu. "Yang saya dengar sekarang ini dia takut berinteraksi dengan teman-temannya. Kalau ketemu kami akan berikan penanganan khusus agar dia kembali normal seperti biasa," kata Heroe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rumah seaman apa pun, belum bisa menjamin bebas maling. Tapi yang penting kita waspada," tegasnya.
Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran ideologi NII KW 9, Heroe mengaku pihakya telah melakukan beberapa langkah untuk antisipasi, di antaranya identifikasi kegiatan yang ada di sekitar kampus serta mempersiapkan tim untuk rehabilitasi bagi mahasiswa yang telah jadi korban NII.
"Semuanya ini melibatkan unsur pembina kemahasiswaan hingga perwakilan mahasiswa," ungkapnya.
Pihak kampus juga mengimbau seluruh warga kampus khususnya mahasiwa meningkatkan kewaspadaan. "Yang jelas kami menolak dan melarang kegiatan NII KW 9, karena kami institusi yang menjaga keutuhan bangsa dan menghargai pluralitas," tandasnya.
Heroe menilai gerakan NII bermotif ekonomi yang dibalut dengan doktrin agama. "Kami melihat kerugian finansial yang akan dialami jika ada yang bergabung dengan NII. Masa depan mereka akan terancam," katanya seraya menambahkan jumlah mahasiswa IT Telkom sebanyak 7 ribuan.
(ern/ern)










































